Penting Diketahui Saat Menyiapkan Makanan bagi Lansia

Pada berbagai usia, makanan bergizi berperan penting dalam menunjang kesehatan fisik, termasuk bagi lansia. Namun seiring berjalannya waktu, para lansia mengalami penurunan nafsu makan karena kondisi alam dan faktor kesehatan tertentu yang terjadi pada tubuhnya. Nafsu makan yang menurun ini membuat asupan nutrisi tidak mencukupi. Padahal, nutrisi dibutuhkan lansia untuk membantu tubuh tetap berenergi. Oleh karena itu perlu adanya pemilihan makanan yang tepat dan sehat bagi para orang tua lanjut usia (lansia).

Dengarkan apa penyebabnya penurunan nafsu makan pada lansia dan bagaimana menyiapkan makanan untuk mereka agar tercukupi gizinya secara optimal.

Penyebab nafsu makan menurun saat usia bertambah

Umumnya lansia mengalami penurunan nafsu makan yang sebagian besar disebabkan oleh efek penurunan kesehatan fisik. Menurut jurnal tersebut Merawat Lansia, sekitar 15 hingga 30 persen lansia mengalami anoreksia seiring bertambahnya usia. Nafsu makan yang menurun menyebabkan lansia mengalami penurunan berat badan dan kekurangan gizi.

Ada beberapa hal yang menjadi penyebabnya orang tua mengalami kesulitan makan.

1. Kesulitan mengunyah

malnutrisi pada orang tua

Kesehatan mulut dan gigi sangat erat kaitannya dengan pemenuhan gizi bagi lansia. Gigi berlubang dan gusi berdarah merupakan kondisi umum para lansia yang membuat mereka sulit mengunyah makanan.

Berdasarkan penelitian dari Jurnal Penelitian Gigi160 orang lansia yang rata-rata berusia 80 tahun belum dapat memenuhi kebutuhan gizinya secara optimal. Hal ini dikarenakan terdapat hubungan antara kesulitan pengunyahan yaitu penurunan kemampuan mengunyah dan menggigit makanan. Saat lansia merasa kesulitan mengunyah, maka sulit bagi mereka untuk mengolah makanan.

Kesehatan mulut yang buruk dipengaruhi oleh pola makan yang buruk, misalnya dari pemilihan makanan yang mempengaruhi kesehatan gigi. Selain itu, lansia yang kurang menjaga kebersihan mulut dan gigi juga berdampak pada kesehatan mulutnya. Munculnya masalah gigi dan mulut membuat para lansia enggan makan dan dapat kehilangan nutrisi yang dibutuhkan tubuh.

2. Kesulitan menelan makanan

makanan untuk orang tua

Disfagia atau kesulitan menelan makanan terjadi seiring bertambahnya usia. Ini bisa terjadi pada lansia, meski tidak semua. Kesulitan menelan ini disebabkan oleh otot yang kaku, otot esofagus tidak bisa mengendur, esofagus menyempit karena strukturnya, dan lain sebagainya.

Selain itu, penurunan fungsi saraf dan otot memengaruhi proses koordinasi mengunyah dan menelan makanan. Berbagai hal tersebut menyebabkan rasa tercekik di kerongkongan saat menelan makanan. Kondisi ini sering terjadi pada lansia dengan penyakit Parkinson dan stroke.

Disfagia pada lansia dapat ditandai dengan hal-hal berikut.

  • Makanan tersangkut di tenggorokan atau dada
  • Nyeri saat menelan
  • Tersedak
  • Makanan atau minuman yang telah tertelan, kembali ke mulut atau hidung

Para lansia yang kesulitan mengolah makanan menyebabkan tubuhnya tidak mendapatkan nutrisi yang cukup. Ujung-ujungnya, hal itu bisa berdampak pada penurunan berat badan, malnutrisi, bahkan dehidrasi.

3. Masalah pencernaan

makanan untuk orang tua atau orang tua

Kekuatan pengolahan makanan antara dewasa muda dan lansia berbeda. Orang tua cenderung makan dengan porsi lebih kecil, makan lebih lambat, dan kurang lapar. Perubahan nafsu makan ini dipengaruhi oleh lambatnya pencernaan dalam mencerna dan mengosongkan lambung.

Hal ini membuat lansia lebih cepat merasa kenyang dan nafsu makannya menurun. Proses makan yang lambat ini mengakibatkan para lansia sering mengalami gangguan sistem pencernaan, seperti sembelit atau susah buang air besar.

Rasa kenyang muncul karena anggota tubuh berkomunikasi satu sama lain. Sinyal kenyang diterima melalui komunikasi antara sistem pencernaan yang dikirim ke otak. Otak sepertinya memerintahkan untuk berhenti makan. Hormon leptin yang dikeluarkan tubuh mengirimkan sinyal penuh ke otak karena perut masih terisi makanan. Sedangkan hormon ghrelin, yaitu hormon yang mengontrol nafsu makan, cenderung rendah pada lansia.

Kondisi ini kerap berdampak pada gangguan pencernaan, mulai mulas (dispepsia), GERD, hingga sembelit. Masalah pencernaan ini juga mengganggu penyerapan nutrisi yang dibutuhkan tubuh. Gizi yang tidak seimbang dapat mengakibatkan lansia tidak memiliki energi karena cepat kehilangan massa tulang dan otot, serta sistem kekebalan tubuh yang rendah, yang meningkatkan risiko infeksi penyakit.

Untuk orang tua yang sedang dalam masa pemulihan

makanan untuk orang tua lansia

Beberapa lansia mungkin menjalani perawatan untuk mendukung pemulihan dari penyakit tertentu. Pasti Anda akan mendapati tubuh para lansia lebih kurus dari biasanya, karena terjadi penurunan massa otot. Bagaimana bisa?

Selama masa pemulihan, ada ketidakseimbangan metabolisme protein, yaitu antara sintesis dan pemecahan protein. Sintesis protein adalah proses pembentukan protein dalam sel. Sedangkan pemecahan protein adalah proses pengubahan protein menjadi asam amino.

Saat lansia mulai pulih, terjadi peningkatan pemecahan protein dan penurunan sintesis protein. Ketidakseimbangan ini terjadi karena pada saat sakit, lansia tidak nafsu makan. Hal ini mengakibatkan lansia tidak mendapatkan gizi yang cukup.

Kekurangan nutrisi, terutama protein, menyebabkan sintesis protein menurun. Sementara itu, tubuh membutuhkan protein yang dihasilkan dari sintesis untuk membentuk asam amino sehingga menghasilkan energi dan kekuatan pada otot. Ini mempengaruhi ketidakseimbangan antara sintesis protein dan kerusakan dalam tubuh.

Tidak terpenuhinya asupan protein juga berkontribusi pada penurunan hilangnya massa otot pada lansia (sarcopenia) yang sedang dalam masa pemulihan. Ini berdampak pada stamina menurun, sehingga lansia merasa lemas saat melakukan aktivitas secara mandiri. Padahal, lansia masih membutuhkan aktivitas fisik untuk menjaga massa otot, agar mampu melakukan aktivitas secara mandiri.

Kalaupun lansia mengalami penurunan nafsu makan selama pemulihan, mereka tetap membutuhkannya nutrisi yang tepat terutama asupan protein. Oleh karena itu, Anda perlu menyiapkan makanan yang tepat untuk para orang tua lansia agar kekuatan otot mereka perlahan-lahan terbangun.

Menyajikan makanan bergizi untuk orang tua lanjut usia (manula)

Berbagai kondisi penurunan nafsu makan pada lansia sulit dihindari. Namun, ada beberapa cara yang bisa diterapkan agar tubuh tetap mendapat nutrisi secara optimal. Pemenuhan zat gizi esensial bagi tubuh dalam meningkatkan tenaga agar lansia tetap dapat beraktivitas fisik secara mandiri.

Tak hanya itu, nutrisi menjaga sistem kekebalan tubuh bekerja mencegah infeksi, termasuk mengurangi risiko osteoporosis, tekanan darah tinggi, gangguan jantung, diabetes tipe 2, dan kanker.

Makanan yang diberikan perlu disesuaikan dengan kondisi tubuh lansia. Mulai dari pemilihan nutrisi, pengolahan makanan, dan pengaturan pola makan.

1. Berikan makanan yang bergizi dan mudah dicerna

makanan untuk kolesterol, serat menurunkan kolesterol

Agar mereka mendapatkan kualitas hidup yang sehat dan tubuh yang bertenaga, pastikan Anda menyajikan makanan bergizi yang sehat untuk para lansia (lanjut usia). Dalam memilih menu makanan, sebaiknya fokus pada asupan yang mendorong energi. Pemilihan nutrisi penting berguna untuk menjaga berat badan normal, memperkuat otot, dan mendukung metabolisme.

Berikut pemilihan nutrisi yang mudah dicerna tubuh dan mendukung kesehatan lansia.

Protein

Makanan berprotein pada setiap menu harian lansia memberikan kekuatan otot dan menambah energi, terutama bagi lansia yang sakit. Asupan Referensi Populasi yang ditetapkan oleh Otoritas Keamanan Pangan Eropa merekomendasikan asupan protein untuk orang dewasa (tua dan muda) mencapai 0,83 protein / kg. 14 Asupan protein yang sehat dapat diperoleh dari telur, unggas atau daging sapi yang dimasak lunak, ikan tanpa tulang, dan susu.

Lansia juga bisa diberikan asupan tambahan susu yang mengandung protein whey. Protein whey khususnya dalam bentuk cair mudah diserap dan mempercepat pengosongan lambung, sehingga lansia tetap dapat makan setelahnya.

Secara biologis, whey protein juga baik karena mengandung asam amino yang lengkap dan mudah diserap tubuh. Dalam penelitian Jurnal Nutrisi mengatakan bahwa asam amino berperan efektif dalam memulihkan massa otot dan membangun kekuatan otot pada lansia. Secara umum, orang lanjut usia mengalami kehilangan massa otot seiring bertambahnya usia. Sehingga dengan dibantu asupan asam amino yang teratur, tentunya akan memungkinkan para lansia aktif secara fisik dalam aktivitas sehari-hari.

Karbohidrat

Karbohidrat juga berperan dalam meningkatkan energi pada lansia di tubuh mereka. Pilih makanan berbasis karbohidrat, seperti kentang kukus lembut, oat, nasi, dan roti. Dalam prosesnya, perlu dipastikan makanan berkarbohidrat lunak agar lansia dapat dengan mudah mengunyah dan menelan makanan.

Lemak nabati

Lemak merupakan nutrisi penting dalam menunjang lansia. Pilih lemak sehat dari tumbuhan (nabati), seperti alpukat, produk kedelai (tahu dan tempe), dan kacang-kacangan (kacang almond, kedelai, macadamia). Selain dimasukkan dalam menu sehari-hari, lemak nabati bisa menjadi makanan ringan bagi para lansia.

Serat

Serat menjaga sistem pencernaan pada lansia berjalan lancar, dan mengurangi risiko sembelit. Sediakan berbagai macam sayur dan buah, seperti tomat, melon, semangka, strawberry, wortel, dan lain-lain. Vitamin dan mineral dalam serat juga mendukung sistem kekebalan tubuh dalam melindungi tubuh dari peradangan. Perlu diketahui, karena buah-buahan cenderung tinggi gula, cobalah untuk menyajikannya dengan perbandingan 2/3 sayuran dengan 1/3 buah setiap hari agar kalori pada lansia tetap terjaga dengan baik.

Selain konsumsi serat, selalu pastikan lansia memiliki cukup air mineral minimal 1,5-2 liter per hari. Konsumsi serat yang diimbangi dengan air mineral yang cukup dapat memperbaiki sistem pencernaan dan mencegah risiko sembelit atau susah buang air besar. Jangan bosan mengingatkan para lansia untuk banyak minum air mineral agar tubuh tetap terhidrasi dan kesehatan sistem pencernaannya tetap terjaga.

2. Makanan olahan yang mudah ditelan

manfaat polenta bagi kesehatan

Untuk lansia yang kesulitan mengunyah dan menelan makanan, berikan makanan olahan yang sangat lembut. Anda bisa menyiapkan makanan yang empuk dan dicincang, agar lansia bisa dengan mudah memakannya. Penyajian makanan yang tepat kurang lebih bertekstur seperti makanan bayi.

Dalam mengolah makanan, hindari penggunaan minyak sebanyak mungkin. Makanan sehat lebih baik diolah dengan cara direbus dan dikukus, agar makanan empuk dan sehat. Sedangkan jika ingin mempresentasikan camilan dalam bentuk biskuit, berikan juga susu untuk melembutkan biskuit. Makanan lunak membantu orang tua untuk mengunyah dan menelannya.

Untuk melembutkan, Anda bisa menggunakan blender atau pengolah makanan untuk tekstur yang halus seperti bubur kertas. Makanan yang bisa dihaluskan antara lain daging, ikan, sayur, kentang, tomat, dan buah-buahan.

Jangan lupa, saat menyajikan makanan terutama daging dan ikan, buang dulu tulangnya. Lakukan ini agar lansia dapat menikmati makanan dengan baik dan mencegah adanya duri yang mungkin tersangkut di mulut atau tenggorokan.

Jika ia masih bisa mengunyah dengan baik, Anda bisa membuat makanan yang dipotong kecil-kecil. Ini membuat mengunyah lebih mudah dan mencegah risiko tersedak. Dengan begitu, akan memudahkan mereka untuk makan sehingga nutrisinya tercukupi.

3. Diet teratur

diet lansia

Pastikan para lansia memiliki jadwal makan yang teratur dan teratur agar nutrisi dalam tubuhnya tetap terjaga. Tetapkan jadwal makan besar tiga kali setiap hari, mulai pagi, siang, dan malam. Pastikan lansia tidak melewatkan waktu makan untuk mengurangi risiko malnutrisi. Terutama sarapan pagi, untuk mengumpulkan tenaga, karena perut tak terisi makanan sepanjang malam.

Untuk lansia yang cenderung cepat kenyang dan tidak bisa makan makanan dalam jumlah banyak, bisa membagi makanan menjadi porsi yang lebih kecil dengan frekuensi yang sering. Misalnya, bagi jadwal makan Anda enam hingga 10 kali sehari dengan jadwal tetap. Juga, makanan utama dengan camilan sehat, seperti buah yang dipotong kecil-kecil sehingga mendapat vitamin dan mineral, serta serat yang sehat.

Diet menetap ini dapat mencegah lansia merasa terlalu kenyang. Selain itu, ini mencegah kembung, yang merupakan tanda umum masalah maag. Diet teratur jaga juga energi para lansia setiap saat.

4. Hindari makanan yang memicu masalah pencernaan

Makan makanan pedas

Sebelumnya disebutkan, bertambahnya usia di usia tua sangat erat kaitannya dengan kondisi pencernaan. Oleh karena itu, rawat lansia dengan tidak memberikan makanan yang memicu gangguan pencernaan, seperti maag. Ini juga perlu dipertimbangkan saat memilih makanan untuk orang tua yang sakit.

Berikut ini adalah makanan dan minuman yang sebaiknya dihindari untuk orang tua lanjut usia.

  • Minuman ringan
  • Makanan pedas
  • Makanan berlemak tinggi, seperti keju, kue, pai, kue kering
  • Kafein, seperti teh dan kopi
  • Makanan atau minuman asam dan pedas

Selain menghindari makanan tersebut, jangan lupa juga untuk menghindari makanan yang tinggi kolesterol dan lemak jenuhnya, seperti lemak dari daging atau makanan yang di goreng dengan banyak minyak. Meski lemak penting bagi tubuh lansia sebagai penyimpan energi, Anda tetap bisa memilih makanan berlemak sehat, seperti kacang panggang dan alpukat. Lakukan ini agar tubuh mendapat nutrisi dan kolesterol tetap stabil.

Keempat poin di atas merupakan cara yang dapat dilakukan untuk memberikan nutrisi yang tepat bagi lansia. Anda juga bisa memberikan susu yang mengandung whey protein dan telah ditambahkan nutrisi penting seperti serat, vitamin E, B6, B12. Konsumsinya dapat membantu memenuhi kebutuhan nutrisi para lansia dan menambah kekuatan fisik untuk beraktivitas.

Meski kemampuan tubuh tidak lagi seoptimal masa muda, namun penyerapan gizinya dapat dioptimalkan melalui cara-cara penyajian makanan sehat untuk lansia seperti di atas. Namun ada baiknya berkonsultasi dengan ahli gizi atau ahli gizi tentang rencana pemberian makan yang bergizi untuk orang tua lansia, sesuai dengan kondisi kesehatannya.

Postingan Penting untuk Diketahui Saat Menyiapkan Makanan untuk Lansia muncul pertama kali di Hello Sehat.

Baca:  Kaki Kram Terus? Mungkin Anda Kekurangan 6 Nutrisi Ini