Luka Tusuk: Pertolongan Pertama dan Perawatannya

Ada berbagai macam jenis luka pada kulit, salah satunya adalah luka tusuk. Jenis ini cukup umum dan timbul dari cedera selama aktivitas yang melibatkan penggunaan benda runcing seperti menjahit. Seperti apa pengobatan untuk mencegah infeksi?

Apa itu luka tusuk?

manajemen luka tusuk

Luka tusuk adalah jenis luka terbuka yang disebabkan oleh benda tajam yang ditusuk seperti paku, kayu, atau potongan logam. Biasanya luka ini akan meninggalkan lubang kecil dan tidak akan mengeluarkan banyak darah.

Luka tusuk biasanya terjadi saat seseorang mengalami kecelakaan saat mengerjakan barang-barang rumah tangga, seperti menggunakan mesin jahit, memasang paku, atau tertabrak pisau.

Sebagian besar jenis luka ini cenderung ringan dan dapat sembuh dalam beberapa hari. Namun luka seperti tusukan kuku dapat menyebabkan infeksi karena kotoran dan kuman dari benda yang ditusuk dapat terbawa ke jaringan kulit.

Apalagi jika kasusnya lebih parah dengan tusukan yang lebih dalam. Risiko Anda terkena infeksi akan meningkat.

Terkadang, gejala infeksi juga muncul di kemudian hari. Oleh karena itu, Anda harus berhati-hati dan segera melakukan perawatan yang tepat saat kulit Anda tertusuk.

Benarkah kita bisa terkena tetanus karena tertusuk paku yang berkarat?

Perawatan pertama untuk luka tusuk

Kebanyakan orang mengobati luka tusuk seperti luka lainnya, dengan membersihkannya dan segera mengobatinya dengan obat luka. Padahal, setiap jenis luka yang berbeda juga memiliki cara penanganan yang berbeda pula.

Untuk melakukan pertolongan pertama pada luka tusuk, ikuti langkah-langkah berikut.

1. Cuci tangan dan peralatan

Langkah ini sangat penting. Salah satu tujuan perawatan luka adalah agar terhindar dari resiko infeksi, sehingga harus memastikan tangan dan alat Anda bersih.

2. Hentikan pendarahan dan bersihkan luka

Tekan area yang terkena luka tusuk untuk menghentikan pendarahan, kemudian bersihkan luka dengan air dingin dan sabun lembut. Cuci luka dengan air mengalir selama 5 – 10 menit. Jika ada kotoran di tepi luka, seka perlahan dengan handuk.

Jangan gunakan alkohol untuk luka, hidrogen peroksida, atau garam sebagai upaya pembersihan karena akan merusak jaringan dan memperlambat penyembuhan.

3. Oleskan antibiotik jika perlu

Jika luka tusuk dalam dan ada risiko kontaminasi bakteri, oleskan krim atau salep antibiotik pada luka tusuk dan tutupi dengan perban.

Namun penggunaan antibiotik harus dengan resep dokter. Oleh karena itu, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu sebelum memilih untuk menggunakannya.

Baca:  4 Cara Alami Atasi Haid Tidak Lancar

Biasanya salep antibiotik yang sering dipilih adalah bacitracin. Salep ini berfungsi untuk mencegah luka agar tidak terinfeksi.

Untuk luka ringan, tidak wajib menggunakan perban, Anda bisa membiarkan luka terbuka. Namun, Anda tetap bisa menggunakan perban agar luka tidak terkena kotoran.

Apakah Luka Terbuka Harus Dibalut agar Cepat Sembuh?

Perawatan harian untuk penyembuhan luka tusuk

plester luka

Luka tusuk minor biasanya tidak memerlukan perawatan khusus karena bisa sembuh dengan sendirinya setelah beberapa hari. Jika semakin parah, ada beberapa hal yang harus Anda lakukan setelah perawatan pertama untuk membantu menyembuhkan luka.

Selalu perhatikan balutan yang menempel pada luka. Anda bisa menggantinya setiap hari atau saat perban kotor dan basah. Saat mengganti perban, bersihkan luka lalu oleskan kembali krim anti biotik.

Krim antibiotik tidak digunakan dalam jangka panjang. Anda hanya perlu menggunakannya untuk dua hari pertama setelah mengalami cedera.

Terkadang luka tusuk bisa meninggalkan rasa perih dan tidak nyaman. Untuk mengatasinya, Anda bisa mengonsumsi obat bebas seperti asetaminofen, NSAID (obat anti inflamasi nonsteroid) seperti ibuprofen dan naproxen, atau aspirin.

Tandanya kamu harus ke dokter

bagaimana cara membalut luka

Kebanyakan luka tusuk dapat disembuhkan dengan melakukan ini di rumah. Namun perlu diingat bahwa langkah-langkah di atas sebaiknya hanya dilakukan untuk luka yang cenderung ringan.

Luka harus segera ditangani oleh dokter jika:

  • tusukan yang lebih dalam atau menembus lapisan lemak dan otot,
  • lukanya mengeluarkan darah yang sulit dihentikan,
  • mengenai organ seperti kepala atau leher, juga
  • meninggalkan sejumlah besar kotoran asing di luka yang sulit dihilangkan.

Selain itu, harus diketahui juga penyebab munculnya luka tusuk tersebut. Jika jenis luka ini terjadi akibat gigitan hewan, segera periksa ke dokter agar Anda bisa mencegah kemungkinan penularan rabies.

Meski tidak sepenting gejala di atas, Anda tetap perlu ke dokter jika luka menyebabkan kemerahan, bengkak, atau berubah warna setelah 48 jam.

Terkadang, infeksi luka juga dapat menyebabkan tetanus, yaitu kondisi di mana seseorang mengalami kejang otot setelah mengalami cedera. Terutama jika orang yang terluka belum menerima vaksin dalam lima tahun terakhir, vaksinasi mungkin diperlukan.

Postingan Luka Tusuk: Pertolongan Pertama dan Pengobatan muncul pertama kali di Hello Sehat.