Hati-hati, Malas Bersihkan Mulut Bisa Munculkan Penyakit Serius

Kesehatan mulut seperti jendela untuk kesehatan tubuh secara keseluruhan. Apa pun yang dimulai dari mulut bisa masuk ke dalam tubuh, termasuk bakteri. Bakteri yang menumpuk akibat kebersihan mulut yang buruk bisa berdampak serius pada kondisi kesehatan, lho.

Agar lebih jelasnya perhatikan apa saja dampaknya bila kita malas membersihkan area rongga mulut pada penjelasan berikut ini.

Hasilnya saat malas membersihkan rongga mulut

Kebersihan mulut

Segala sesuatu yang masuk ke dalam mulut tentunya akan mempengaruhi organ-organ di dalam tubuh. Makanan dan minuman akan diolah terlebih dahulu di mulut kemudian dipindahkan ke kerongkongan dan sistem pencernaan. Namun, bakteri bisa hidup di area rongga mulut dan sela-sela gigi.

Berdasarkan Klinik Mayo, bakteri di dalam mulut umumnya tidak berbahaya. Namun, dalam kasus tertentu dapat memengaruhi organ pernapasan, jantung, dan menyebabkan kondisi serius. Ini bisa terjadi saat kita berada malas menjaga kesehatan gigi dan mulut.

Berikut adalah masalah kesehatan akibat kebersihan mulut yang buruk.

1. Endokarditis

Kebersihan mulut

Endokarditis adalah infeksi pada katup jantung atau endokardium. Kondisi ini disebabkan oleh penyebaran bakteri atau kuman yang berasal dari bagian tubuh (luar jantung) ke dalam aliran darah dan menempel di dinding bagian dalam organ jantung.

Jika kondisi ini tidak segera ditangani, bakteri dapat merusak kerja jantung dan yang paling parah dapat menyebabkan hilangnya nyawa. Tentunya hal tersebut dapat dicegah sejak dini dengan memperhatikan kebersihan rongga mulut dan gigi.

2. Gangguan kardiovaskular

Selain itu, kebersihan mulut yang buruk dapat meningkatkan risiko kardiovaskular. Penyakit kardiovaskular merupakan masalah kesehatan yang berhubungan dengan pembuluh darah dan jantung.

Bakteri yang masuk dapat menyebabkan peradangan dan infeksi pada area tertentu. Dalam beberapa kasus, bakteri dari mulut dapat menyebabkan penyumbatan arteri atau masalah jantung, termasuk endokarditis dan stroke.

3. Kejadian tak terduga saat melahirkan

induksi persalinan alami

Selama hamil, ibu perlu menjaga kebersihan mulut dan gigi untuk menunjang kesehatan dirinya dan si kecil di dalam kandungan. Salah satu masalah mulut yang sering dialami ibu hamil adalah radang gusi atau gingivitis. Gingivitis disebabkan oleh perubahan hormon kehamilan dan penumpukan plak pada gigi.

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Amerika Serikat mengatakan bahwa gingivitis akan berdampak pada kelahiran si kecil, mulai dari bayi prematur hingga bayi yang lahir dengan berat badan normal. Oleh karena itu, ibu hamil perlu merawat area rongga mulut selama hamil.

4. Pneumonia dan masalah paru-paru

Pneumonia adalah peradangan paru-paru yang disebabkan oleh infeksi bakteri. Paru-paru yang terinfeksi bisa menimbulkan gejala demam, batuk berdahak hingga bernanah, dan kesulitan bernapas.

Hal ini terjadi karena bakteri di dalam mulut yang mengumpul dan masuk ke sistem pernafasan dapat mempengaruhi fungsi organ tersebut.

Selain pneumonia, kesehatan mulut yang buruk dapat menyebabkan penyakit paru obstruktif kronik (PPOK) dan bronkitis akut. Namun, perlu dicatat bahwa kesehatan mulut yang buruk hanyalah salah satu faktor risiko yang mendukung beberapa penyakit berkembang.

Tips menjaga kesehatan gigi dan rongga mulut

Tubuh memiliki mekanisme untuk mencegah berkembangnya bakteri dan infeksi, seperti air liur yang bertugas membersihkan rongga mulut dari bakteri, atau kekebalan tubuh yang berfungsi membasmi kuman. Namun, kesehatan mulut tetap perlu dijaga dengan langkah yang lebih optimal.

Berikut tips menjaga kebersihan mulut.

1. Jangan lewatkan rutinitas menggosok gigi

menyikat gigi sensitif

Menyikat gigi sudah menjadi aturan wajib untuk menjaga kebersihan mulut, dan mencegah penumpukan plak. Selalu gosok gigi pagi dan malam dengan menerapkan metode menyikat yang benar.

Jangan lupa gunakan pasta gigi berfluoride saat menyikat gigi. Kandungan ini membantu melindungi enamel gigi dan mencegah gigi berlubang.

Tak perlu terlalu keras saat menggosok gigi, cukup sikat selama dua menit pada seluruh permukaan gigi Anda. Saat menggosok gigi depan, sikatlah secara vertikal dari gusi ke gigi (dari atas ke bawah atau dari bawah ke atas).

2. Berkumur dengan obat kumur antiseptik

bagaimana memilih obat kumur saat puasa

Berkumurlah dengan obat kumur merusak ruang perkembangan bakteri sehingga mencegah resiko penyakit lain yang mungkin berkembang. Dapat dikatakan bahwa kesehatan gigi dan mulut dapat mempengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Kesehatan gigi dan mulut yang baik mampu mengoptimalkan kekebalan tubuh terhadap berbagai risiko penyakit. Apalagi di pandemi seperti kali ini.

Menjaga kesehatan mulut dengan sikat gigi saja tidak cukup, karena hanya menutupi sekitar 25 persen area rongga mulut. Oleh karena itu rongga mulut membutuhkan perlindungan yang optimal yaitu dengan menggunakan obat kumur antiseptik (obat kumur antiseptik).

Riset dari Jurnal Kesehatan Masyarakat Iran Dikatakan, obat kumur efektif mengurangi jumlah bakteri dan mencegah perkembangan bakteri di dalam mulut. Tidak bisa lepas dari studi, obat kumur antiseptik (obat kumur antiseptik) dapat membantu mengurangi plak, karang gigi, menjaga kesehatan gusi, mencegah gigi berlubang, dan membuat nafas lebih segar.

Agar khasiatnya bisa dirasakan efektif, pilihlah obat kumur antiseptik dengan empat bahan alami minyak esensial. Kamu bisa memakai obat kumur antiseptik dengan berkumur dua kali sehari setelah menggosok gigi.

Anda juga bisa mengingatkan keluarga betapa pentingnya menjaga kesehatan mulut secara teratur menggunakan obat kumur antiseptik.

3. Bersihkan gigi dengan benang gigi

Kebersihan mulut

Jangan lupa, bersihkan sela-sela gigi pakai benang gigi. Langkah ini membantu mencegah radang gusi dan bau mulut.

Anda hanya perlu menggunakan 30-45 cm benang gigi. Kemudian, selipkan benang di antara gigi dan gerakkan secara vertikal sebanyak 8-10 kali pada setiap gigi. Dengan begitu, sisa makanan yang menyelip di antara gigi bisa terbantu keluar.

4. Kurangi asupan gula tinggi

gula bisa menjadi makanan penyebab atau pemicu kanker payudara

Kita semua tahu bahwa masalah gigi dan mulut mudah dipicu oleh makanan yang tinggi gula. Jadi, perhatikan pemilihan makanannya. Ada baiknya mengkonsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang agar tubuh mendapat gizi yang cukup.

Coba kurangi makanan atau minuman yang tinggi gula untuk mencegah risiko gigi berlubang. Lakukan hal tersebut sebagai upaya menjaga kebersihan mulut dan gigi.

5. Jangan lupa cuci tangan pakai sabun

cuci tanganmu setelah ke toilet

Mencuci tangan juga menjadi cara dasar menjaga kebersihan mulut, lho. Mencuci tangan dapat membilas bakteri yang mungkin masuk ke mulut Anda saat makan atau mengemil.

Ingatlah selalu untuk mencuci tangan selama 20 detik menggunakan sabun dan air mengalir. Cuci tangan Anda sebelum makan, sebelum menyentuh makanan, setelah menggunakan toilet, atau setelah bepergian dari luar.

Di era adaptasi dengan kebiasaan baru (AKB), menjaga kesehatan mulut menjadi semakin penting. Bukan hanya akses terbatas ke dokter gigi, tetapi juga karena mulut merupakan jalan masuk bakteri ke dalam tubuh dan dapat menimbulkan risiko gangguan kesehatan yang serius. Oleh karena itu, yuk perhatikan kebersihan mulut dan gigi kita di tengah pandemi ini.

Postingan Hati-hati, malas membersihkan mulut bisa menyebabkan penyakit serius muncul pertama kali di Hello Sehat.

Baca:  Tiba-tiba Keluar Air Mani Padahal Tidak Terangsang, Kok Bisa?