Era Modern: Kasus Depresi pada Anak Remaja Meningkat

Kecemasan dan kesedihan bukanlah fenomena baru di kalangan remaja. Namun, dalam beberapa tahun terakhir telah terjadi peningkatan yang signifikan pada persentase remaja atau remaja berusia 12-20 tahun yang mengalami depresi berat.

Apa penyebab meningkatnya kasus depresi pada remaja dan bagaimana cara mencegahnya?

Beberapa penyebab meningkatnya kasus depresi pada remaja

depresi pada remaja harus diobati

  • Diagnosis zaman modern

Sebelum 1980, ahli kesehatan mental ragu-ragu untuk mendiagnosis depresi pada remaja. Ini karena itu berubah suasana hati pada masa remaja hal itu masih dianggap normal. Sehingga memungkinkan remaja yang benar-benar mengalami depresi dapat ditangani dengan baik karena dianggap mengalami perubahan mood yang normal.

Saat ini, kami para profesional kesehatan mental memiliki kriteria yang lebih jelas untuk mendiagnosis depresi pada remaja. Perkembangan ilmu inilah yang membuat angka kejadian semakin meningkat.

  • Sangat terhubung dan terlalu terstimulasi

Remaja milenial hampir selalu terhubung dengan internet dan media sosial. Interaksi dengan internet dapat menimbulkan beberapa dampak negatif terhadap kondisi psikologis remaja.

Salah satu yang paling jelas adalah pemikiran yang menganggap dirinya berharga dalam hal komentar dan angka Suka yang mereka dapatkan di media sosial.

  • Waktu tidak pasti

Salah satu faktor stres yang dihadapi generasi saat ini adalah mereka tumbuh dalam masa ketidakpastian atau ketidakpastian.

Bukan hanya ketidakpastian tentang masa depan tetapi juga ketakutan dan perasaan tidak aman. Mereka merasa bahwa sewaktu-waktu sesuatu yang buruk dapat terjadi seperti bullying (bullying), kecelakaan, kasus perampokan, pemanasan global, dll. Kondisi seperti ini sangat mempengaruhi depresi pada remaja.

Belum lagi pandemi COVID-19 yang juga dapat memberikan kesan bahwa dunia bukanlah tempat yang aman bagi mereka dan masa depan mereka. Kondisi saat ini meningkatkan kecemasan mereka yang sudah tinggi.

  • Tidak cukup tidur

Kekurangan kuantitas dan kualitas tidur banyak dialami oleh remaja saat ini. Pasalnya, banyaknya tugas dan aktivitas berselancar di internet yang tidak bisa dikendalikan.

Kurang tidur akan berdampak pada kondisi fisik dan psikologis remaja.

  • Kurangnya Komunitas

Hidup di era yang serba cepat dan penuh tekanan tentu tidak mudah. Sayangnya, saat ini masih minim komunitas yang positif dan mendukung bagi perkembangan kesehatan jiwa remaja.

Kondisi masyarakat yang kurang mendukung berdampak pada mudahnya depresi terjadi, terutama bagi mereka yang tidak mendapat dukungan dari orang terdekatnya seperti orang tua, keluarga, dan guru.

Apa yang harus dilakukan orang tua untuk mencegah depresi pada anak mereka?

orang tua menghadapi anak yang menunjukkan gejala depresi

Penting untuk digarisbawahi bahwa orang tua perlu menyadari bahwa kesehatan mental pada remaja sama pentingnya dengan kesehatan fisik.

Sebagai orang tua tentunya kita sangat memperhatikan kesehatan anak kita. Bawalah ke dokter dan berikan obat bila mereka demam, batuk dan semacamnya. Tapi apakah kita sebagai orang tua peduli dengan kesehatan mental anak?

Gejala depresi pada remaja sering kali tersembunyi, jadi mari kita perhatikan lebih lanjut untuk mencari perubahan kecil. Ketika gejala depresi muncul pada remaja, konsultasikan dengan ahli kesehatan mental seperti psikiater, psikolog, perawat mental, atau dokter umum terlatih untuk bantuan segera.

Gejala depresi pada remaja

perasaan depresi kesepian

Mengenali gejala depresi membantu orang tua melakukan pencegahan atau deteksi dini agar pengobatan dapat segera dilakukan.

Menurut manual diagnosis kesehatan mental DSM (Manual Diagnostik dan Statistik Gangguan Mental), depresi pada remaja memiliki gejala sebagai berikut:

  1. Suasana hati sedih atau mudah tersinggung (baper)
  2. Minat menurun, sulit menikmati kehidupan sehari-hari
  3. Berkurangnya konsentrasi dan kesulitan mengambil keputusan (lambat)
  4. Kualitas dan kuantitas tidur tidak tepat, Insomnia (sulit tidur) atau hipersomnia (terlalu banyak tidur)
  5. Perubahan nafsu makan atau perubahan berat badan
  6. Kelelahan yang berlebihan, mudah lelah, tenaga berkurang
  7. Memiliki perasaan tidak berharga atau rasa bersalah yang berlebihan
  8. Pikiran berulang tentang kematian atau pikiran untuk bunuh diri
  9. Agitasi psikomotor (gelisah) atau malas bergerak (mager)

Seorang remaja bisa dikatakan mengalami depresi jika mengalami gejala-gejala di atas yang berlangsung minimal 2 minggu berturut-turut. Semua gejala tersebut dapat mengganggu kehidupan sehari-hari di sekolah, lingkungan sosial, dan keluarga.

Mencegah depresi pada remaja

Depresi pada remaja dapat dicegah dengan melakukan pola asuh yang tepat untuk mendukung kondisi mental anak. Sebagai contoh:

  • Cinta

Berikan kasih sayang dan perhatian kepada anak dan pastikan anak tahu bahwa kita sebagai orang tua selalu ada untuk mereka.

  • Percakapan

Ajak anak mau bercerita tentang apa yang dialaminya, ciptakan suasana yang membuat mereka nyaman dan leluasa bercerita.

  • Mendengarkan

Pastikan kita mendengarkan apa yang dikatakan anak-anak. Ya, dengarkan, jangan langsung menasihati, apalagi menilai.

  • Perasaan

Cari tahu apa yang anak itu rasakan dan konfirmasikan perasaan itu.

  • Gejala

Kenali tanda dan gejala depresi yang dijelaskan di atas.

  • Tingkah laku

Waspadai berbagai perubahan perilaku yang ditunjukkan anak.

  • Kesabaran

Bersabarlah dalam menghadapi remaja, jangan terlalu menekan mereka.

  • Mendidik

Beri tahu anak apa itu kesehatan mental dan pentingnya menjaga kesehatan jiwa.

  • Mengatasi

Bantu anak dalam mempelajari keterampilan koping atau adaptasi yang efektif dalam menghadapi stres, misalnya dengan bersantai.

  • Waktu istirahat

Pastikan anak mendapatkan tidur yang cukup dan berkualitas.

  • Penyelesaian masalah

Bantu anak-anak menemukan solusi masalah yang efektif dan realistis.

  • Lingkungan Hidup

Memberi anak lingkungan yang kondusif dan mendukung untuk perkembangan mental.

  • Dukung

Selalu berikan dukungan, motivasi dan pujian untuk anak secara rutin.

  • Olahraga

Pastikan anak melakukan olahraga secara teratur untuk menjaga kesehatan fisik dan mentalnya.

  • Bangga

Selalu beri tahu anak-anak bahwa kita bangga pada mereka, ini penting untuk membangun harga diri dan kepercayaan diri

  • Tolong

Datang dan konsultasikan dengan profesional untuk mendapatkan bantuan.

Sebagai orang tua, mereka ingin anaknya berprestasi dan mendapat nilai bagus di sekolah, tetapi perlu diperhatikan bahwa kesehatan mental mereka jauh lebih penting dari itu. Kita perlu berhenti berpikir bahwa depresi pada anak-anak hanyalah sesuatu yang dibuat atau diupayakan oleh remaja untuk diperhatikan.

Postingan Era Modern: Kasus Depresi pada Remaja Meningkat muncul pertama kali di Hello Sehat.

Baca:  Apakah Kepribadian Anda Introvert atau Ekstrovert? Ini Pengaruhnya untuk Kesehatan